Rabu, 21 Agustus 2013

Sejarah Abuya Muda Waly Al-Khalidy


Sejarah Abu Muda Waly Al-Khalidy
Mengenang Hazratusy Syeikh Muda Waly Al-Khalidy
Ayahku dilahirkan di desa Blangporoh, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, pada tahun 1917. Tidak ada yang mengetahui dari famili beliau tentang hari, tanggal dan bulan, kapan beliau dilahirkan. Ini pada umumnya sering terjadi pada orang-orang tua kita zaman dahulu. Meskipun mereka itu ulama atau guru, tetapi soal mencatat hari dan tanggal kelahiran, lahirnya anak atau cucu, kurang begitu diperhatikan, selain hanya diingat, tahun kelahiran saja. Teramasuk diriku sendiri, untunglah aku mengetahui, bahwa hari dan tanggal kelahiranku tiba-tiba aku melihat catatan dari ayahku pada satu kitab, bahawasanya kelahiranku, adalah pada hari Rabu, atau Arba’a, 17 Disember 1936, pada pagi harinya (menurut kata ibukandungku).
Beliau adalah putera bungsu dari putera-puteri orang tua beliau yang bernama Syeikh Haji Muhammad Salim bin Malin Palito. Sebenarnya ada lagi adik beliau, tetapi meninggal dunia pada waktu beliau masih kecil.
Haji Muhammad Salim, orang tua ayahku berasal dari Batusangkar, Sumatera Barat. Kalau aku tidak salah ingat bahwa di Batusangkar itu ada sebuah desa, yang disebut dengan Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Aku telah datang ke desa itu pada waktu aku berusia lebih kurang 12 tahun, dibawa oleh ayahku pada waktu beliau melawat ke Sumatera Tengah, dan oleh karena aku dalam usia demikian sudah bisa pidato dan membaca kitab-kitab Tsanawiyah, maka aku diangkat oleh famili orang tuaku degan panggilan “Malim Kecik” yang ertinya “Alim Kecil.
Kakekku Haji Muhammad Salim bin Malin Palito datang ke Aceh Selatan adalah selaku da’i atau pendakwah dan juga sebagai guru agama. Di samping itu, pula paman beliau yang masyhur dipanggil oleh masyarakat Labuhan Haji dengan Tuanku Peulumat, yang nama aslinya ialah Syeikh Abdul Karim, lama telah mendahului beliau, merantau ke Aceh Selatan dan mengambil tempat tinggal di Kecamatan Labuhan Haji, juga selaku da’i guru dan ulama, menyebarkan nilai-nilai agama Islam. Dorongan itulah yang paling kuat bagi kakekku Haji Muhammad Salim, meninggalkan Sumatera Barat menuju Aceh Selatan dengan kapal layar perahu pada zaman itu.
Tidak lama setelah beliau, yakni kakekku itu berada di Kecamatan Labuhan Haji, di bawah kepimpinan pamannya itu, maka kakekku ada jodohnya, dengan seorang wanita pilihan yang bernama Janadar, puteri seorang Kepala Desa yang bernama Keucik Nya’Ujud, yang berasal dari Desa Kota Palak, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Itulah Ibu Kandung ayahku. Orang tua beliau seorang ulama dan ibu kandung beliau keturunan pemimpin masyarakat yang juga dikenal di Kecamatan Labuhan Haji.
Pada waktu orang tuaku masih kecil adik kandung beliau meninggal dunia, bahkan ibu kandung beliau sendiri Siti Janadat berpulang ke rahmatullah. Kalau aku tidak salah, bahwa nenekku itu meninggal dunia karena melahirkan. Ada yang mengatakan begitu. Maka tinggallah ayahku selaku anak yatim, kehilangan ibu kandungnya. Nenekku Siti Janadat itu paling dicintai oleh kakekku Haji Muhammad Salim, meskipun ayahku mempunyai kakak-kakak kandungnya yang laki-laki bernama Abdullah Ghani dan adiknya ialah Ummi Kalsum dan Siti Maliyah.
Meskipun kakak-kakak ayahku sangat mencintai adiknya, yakni ayahku, tetapi bagi kakekku tidak melepaskan ayahku dalam segala hal kepada kakek-kakaknya itu. Ayahku selalu digendong oleh kakekku di atas bahunya kemana saja beliau pergi mengajar dan berdakwah meskipun setelah itu kakekku Haji Muhammad Salim berumah tangga lagi di suatu desa dalam Kecamatan Manggeng, tetapi tidak lama karana kecintaan kakekku kepada ayahku adalah melebihi dari segala- galanya, termasuk atas isteri kakek yang baru, bahkan atas puteri-puterinya yang lain. Tentu kita dapat menggambarkan, bahwa kecintaan seorang ayah yang juga ulama, yang menjadi ikutan umat, terhadap anaknya senantiasa dibarengi dengan doa yang tiak putus-putusnya. Baik setelah selesai mengerjakan ibadah, atau di waktu sang ayah di mana kalbunya terlintas pada anaknya.
Menghayati yang demikian itu, maka aku yakin apa yang telah diceritakan oleh Syeikh Haji Teungku Adnan Mahmud Bakongan, sahabat dan murid orang tuaku, pemimpin Pesantren Ashabul Yamin di Bakongan Aceh Selatan, bahwa kakekku Haji Muhammad Salim bermimpi, bahwa bulan purnama turun ke dalam pangkuan beliau dan pada waktu itu ayahku sedang dalam kandungan ibundanya, Siti Janadat. Meskipun mimpi tidak dapat dijadikan dalil pada hukum, tetapi dalam pemahaman isyarat, banyak benarnya. Dan ini telah diungkapkan oleh al-Quran, yang menggambarkan mimpinya Raja Mesir dan kemudian dita’wilkan oleh Nabi Yusuf AS, Maka kalau dita’wilkan mimpi kakekku itu, maka nyatalah kebenarannya, bahwa puteranya yang dicintainya itu suatu waktu akan menjadi ulama besar, suluh penerang bagi umat manusia pada zamannya. Aku dapat mengatakan ha keadaan ini berdasarkan sedikit serupa bagi apa yang telah terjadi dari mimpi Yusuf AS yang kemudian beliau ta’wilkan sendiri, dengan beliau ungkapkan pada orang tuanya Nabi Ya’qub AS.
Nama ayahku pada waktu kecil ialah Muhammad Waly. Setelah beliau berada di Sumatera Barat, dalam saf para ulama Besar, maka beliau dipanggil dengan gelaran Angku Mudo, atau Tuanku Mudo Waly, atau Angku Aceh. Setelah beliau kembali dari Sumatera Barat ke Aceh, di Kecamatan Labuhan Haji pada khususnya,, masyarakat memanggil beliau dengan Teungku Muda Waly. Sedangkan beliau sendiri menulis namanya dengan Muhammad Waly atau secara lengkap Syeikh Haji Muhammad Waly Al-Khalidy.
Sedangkan ibuku yang lain, Hajah Rabi’ah Jamil, ibu kandungnya adik-adikku Ahmad Waly dan Haji Mawardi Waly, pernah aku lihat pada sebuah buku kecil yang ditulisnya tentang rentetan nama orang tuaku: Syeikh Haji Muhammad Waly al Syafi’i Mazhaban wa al-Asy’ari Aqidatan wa al-Naqsyabandi Tariqatan. Tetapi ayahku tidak pernah menulis rentetan nama beliau dengan predikat yang demikian itu. Sebab ummiku Hajah Rabi’ah Jamil adalah puteri kandung Syekh Muhammad Jamil Jaho, seorang ulama besar di Sumatera Barat dan tidak ada puteri-puteri Syeikh Jamil yang agak alim, selain puteri beliau ummiku itu.
Pulang ke Aceh
Setelah ayahku berjuang menuntut ilmu pengetahuan melalui pendidikan yang secara lahiriahnya seperti tidak teratur, tetapi pada hakikatnya bagi Allah SWT, perjalanan pendidikan beliau selama ini membawa beliau naik ke tingkat martabat ulama dan hamba Allah yang shalih. Maka dengan hasil perjalanan pendidikan ayahku serta pengalaman- pengalaman yang beliau dapati selama ini, rasanya bagi beliau sudah cukup dijadikan pokok utama untuk mengembangkan agama Allah ini dengan mendirikan pesantren di tempat beliau dilahirkan, di Blang Poroh Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan. Meskipun pada waktu itu kata Darussalam itu belum ada, dan adanya nama ini setelah beliau mendirikan pesantren di desa kelahiran beliau sendiri.
Lebih kurang pada akhir tahun 1939, beliau kembali ke Aceh Selatan melalui perahu layar dari Padang ke Aceh di Kecamatan Labuhan Haji. Ayahku disambut dengan meriah oleh ahli famili, para teman dan masyarakat, Labuhan Haji. Setelah beberapa hari beliau berada di desanya, maka beliau bertekad untuk membangun sebuah pesantren. Pembangunan sebuah pesantren kali pertama tentu seadanya saja. Maka ayahku hanya mendirikan kali pertama sebuah surau bertingkat dua. Pada tingkat dua di atas tempat tinggal ayahku beserta keluarga, sedangkan pada tingkat bawah dan yang masih tersisa di atas dipergunakan sebagai tempat ibadah.
Yang paling besar sekali hatinya dengan kepulangan ayahku ialah ayahanda beliau sendiri, yakni kakekku Haji Muhammad Salim. Meskipun ayahku memimpin upacara ibadah dalam arti yang luas, tetapi kakekku senantiasa berada di samping ayahku, turut membantu dalam memberikan penyampaian-penyampaian ajaran Islam secara lebih khusus terhadap para jamaah yang hadir.
Lahan tempat mendirikan musalla yang diberikan oleh famili ayahku adalah sangat terbatas, sedangkan jamaah umat Islam sudah mulai kelihatan berbondong-bondong datang ke surau ayahku. Ibu-ibu pada malam Selasa dan harinya, sedangkan bapak-bapak pada malam Rabu dan harinya pula. Oleh karena itu, maka ayahku ingin memperluas lahan untuk betul-betul mulai sebuah pesantren yang dapat menampung santri-santri dengan tempat tinggal sekalian, yang dalam istilah Aceh disebut dengan rangkang-rangkang. Maka beliau berusaha untuk membeli tanah sekitar surau yang ada. Beliau membeli tanah untuk pembangunan pesantren sedikit demi sedikit, hingga mencapai ukuran 400×250 m2. Di atas tanah itulah beliau menampung santri-santri yang berdatagan sedikit demi sedikit dari Kecamatan Labuhan Haji, dari Kecamatan-Kecamatan di Aceh Selatan, bahkan juga dari berbagai Kabupaten di daerah Istimewa Aceh. Berkembanglah pesantren itu, sehingga pelajar-pelajar dari luar daerahpun pada berdatangan, khususnya dari berbagai propinsi di Pulau Sumatera.
Pesantren itu beliau bagi-bagi atas berbagai nama, sebagai berikut:
Pertama: Daru Muttaqin, di bahagian ini terletak lokasi sekolah-sekolah, mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi dan di sampingnya dibangun sebuah surau besar selaku tempat ibadah. Khususnya dalam pengembangan Tariqat Naqsyabandiyah dan dijadikan tempat khalwah atau suluk, 40 hari dalam Ramadhan dengan 10 hari sebelumnya, 10 hari dalam Ramadan dengan 10 hari sebelumnya, 10 hari pada awal Zulhijjah, ditutup degan Id al-Adha dan 10 hari pada bulan Maulud, ditutup dengan hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kedua: Darul- Arifin; di lokasi ini bertempat tinggal guru-guru yang pada umumnya sudah berumah tangga dan lokasi agak berdekatan ke pantai, laut samudera Hindia.
Ketiga: darul Muta’allimin; di lokasi ini bertempat tinggal para pelajar pilihan di antaranya guruku Syeikh Idrus bin Abdul Ghani al-Kamfari. Aku sendiri dan adik-adikku beserta para penuntut ilmu pengetahuan lainnya. Keempat: Darus Salikin; di lokasi ini banyak tempat tinggal dalam asramanya pelajar-pelajr yang disamping menuntutu ilmu pengetahuan juga berkhalwah, apalagi pada bulan-bulan khalwah seperti bulan Ramadhan, bulan Maulud dan bulan Haji, maka asrama-asrama dilokasi ini banyak ditempati oleh orang-orang yang berkhawah. Kelima: Darul Zahidin; Keenam: Darul Ma’la.
Semua lokasi diatas dinamakan oleh ayahku dengan nama-nama tersebut, dengan harapan sebagai tafaul kepada Allah SWT. semoga para penuntut ilmu pengetahuan agama yang tamatan dari pesantren Darussalam benar-benar menjadi hamba Allah yang senantiasa belajar seumur hidup (al Muta’allimin), menjadi hamba-hamba Allah yang bertaqwa (al_Muttaqin), menajdi hamba-hamba Allah yang zahid, lebih mengutamakan akhirat dari dunia (al-Zahidin), dan menjadi hamba-hamba yang salih (al-Salikin) dan mendapat tempat yang terhomat, baik dalam pandangan masyarakat, apalagi dalam pandangan Allah SWT. (al-Ma’la). Oleh karena itu banyak cita-cita ayahku dalam pengembangan Islam di Aceh diperkenakan Allah. Karena itulah, hampir seluruh pesantren di Aceh adalah berpangkal dari pesantren ayahku Darussalam Labuhan Haji.




Sabtu, 15 Juni 2013

AnonySocial, Jejaring Sosial Para Anonymous

Lagi buka Facebook, eh ternyata pada rame bahas AnonySocial.
Ya, AnonySocial adalah situs Jejaring baru. Fiturnya memang tidak jauh berbeda dari Facebook. Ada fitur membuat halaman, fitur chat, like status dan lain-lain. Bahasa defaultnya adalah bahasa Brazil [Portugis], kemungkinan dibuat oleh orang Brazil. Brazil kan sarangnya Anonymous. Hehehe :)
Tapi saya sendiri belum tahu siapa pembuat situs jejaring sosial tersebut. Maybe, keep anonymous. :3
Oke, ini screenshootnya :
Yang ingin mendaftar, silahkan menuju link berikut :

Saat pertama kali diakses, bahasa situsnya adalah Bahasa Brazil. Namun anda bisa mengubahnya ke bahasa Inggris (US). Letak ganti bahasa ada di pojok kiri bawah atau langsung saja klik disini.
Add akun saya ya Kakak Master :



Sekian dan terima kasih.
Sumber : Madura Cyber




Kamis, 06 Juni 2013

Zeus Botnet Full Tutorial

Zeus Botnet Full Tutorial



Detail ini adalah untuk aspek informasi HANYA dan saya tidak bertanggung jawab dengan cara apapun pada bagaimana Anda menggunakan informasi yang ditawarkan dan apa yang Anda lakukan dengan informasi. Terima kasih dan menghargai belajar.

Pertama-tama saya ingin memberitahu Anda bahwa Zeus Bot adalah bot yang paling sah di luar sana. Ini adalah satu-satunya bot yang bergabung ke berbagai web web dan tidak ke arah IRC atau PC. Hal ini sangat melanggar hukum karena dianggap sebagai virus hemat biaya karena informasi setiap tindakan online ke direktori. Nah mulai.

Langkah 1:
Pertama-tama Anda perlu berbagai web luar negeri, sebaiknya ideal.
Yang terbaik yang saya temukan sejauh ini adalah SANTREX dan VieFireHosting.
Mendaftar dengan santrex-http://www.santrex.net/
Pikirkan domain yang tidak mudah dilacak meskipun jika memungkinkan.

Langkah 2:
Meng-upload file.

1. Pergi dan login ke CPanel X.

[Image: 201003241645cpanel.png]

2. Go to File Manager.

[Image: 201003241647cpanelx.png]

3. Go and create a directory of your choice.

[Image: 201003241649cpanelfilem.png]

4. Upload the upload.zip to the directory created.

[Image: 201003241657cpanelfilem.png][/align]

5. After that extract the files.

[Image: 201003241659cpanelfilem.png]

6. Chmod direktori / install / dan / system / ke 777. Juga seluruh direktori.

[Image: 201003241703cpanelfilem.png]

Langkah 3:
Membuat Database.
1. Pergi ke MySQL Database di cPanel.
2. Membuat database dan menulis nama turun.

[Image: 201003241709cpanelx.png]

3. Add new user and write the details down.

[Image: 201003241711cpanelx.png]

4. Sekarang tambahkan pengguna diciptakan untuk database yang dibuat. Pastikan untuk memilih semua hak.
5. Pastikan Anda telah menulis semua turun dan pindah ke langkah berikutnya.
Langkah 4:
Instalasi panel.
1. Arahkan ke direktori yang Anda buat dan harus / direktori / install /. Sebuah installer Panel akan muncul.

[Image: 201003241720controlpane.png]

What to enter:

Code:
Username: Enter the default username which you will use when logging in.
Password: Your password when logging in. Make it strong.
MySQL server:
Host: "localhost"
User: Your database user created before.
Password: Your database password created for the user.
Database: The database name.

Online bot batas waktu: Biarkan seperti itu.
Kunci enkripsi menggunakan sesuatu yang sangat kuat.

Langkah 5:
Membuat bot.
1. Arahkan ke file Zeus dan config.txt terbuka
Ganti link yang mengatakan dengan link anda. Juga kunci enkripsi Anda gunakan sebelumnya.

[Image: 201003241739zeus.png]

2. Buka zsb.exe yang
Perancang juga memiliki bersih sehingga jika Anda menganalisis server hosting Anda pada pc Anda sendiri, Anda bisa menghilangkannya dengan hanya klik.

Maka cukup hanya klik Mengembangkan Config. Pertahankan file komputer.
Klik Mengembangkan Loader. Pertahankan file komputer.

[Image: 201003241743zeusbuilder.png]

Sekarang pergi dan mempublikasikan cfg.bin dan bt.exe ke daftar yang sama seperti papan.
Anda juga dapat menghapus / install / daftar karena dewan telah dibentuk dalam fase terakhir.

[Image: 201003241749cpanelfilem.png]

In final the directory with Zeus installed should look like this:

[Image: 201003241750cpanelfilem.png]

Installed! Now a information on how everything works!

Now look at the record where you hav your ZeuS bot panel. Got to /directory/cp.php
A indication in box like this should be there:

[Image: 201003261654login.png]

Enter your panel username and password.
if you would like for your web web web browser to keep biscuits so that you don't need to sign in again whenever you keep the web page analyze the choice.
Click Publish.

So now here is the panel.

[Image: 201003261704newthreadin.png]

1. Menunjukkan pengguna ini
2. Berisi ringkasan (lihat komentar alam)
3. Berisi analisis OS dari laba-laba yang terinfeksi.
4. Anda dapat menelusuri melalui laba-laba dan dan laporan mereka
5. Anda dapat menelusuri melalui aplikasi yang Anda punya. Tambah / mengeditnya.
6. Di sana Anda dapat mencari melalui pendapat dalam database
7. Di sana Anda dapat mencari melalui pendapat yang sering kali adalah txt kerangka.
8. Hanya informasi eksklusif tentang program dan hal-hal.
10. Pilihan. Jika Anda mengubah kunci perlindungan segera Anda menurunkan semua laba-laba Anda. Anda perlu membuat web host server hosting baru dan config informasi file komputer dengan kunci perlindungan baru dan menyebar lagi.
11. Meningkatkan keamanan password perlindungan Anda.
12. Menambah dan mengelola klien.

1. Berisi berbagai pendapat finis di database.
2. Menunjukkan banyak waktu dan upaya dan energi dan upaya bot pertama datang online.
3. Menunjukkan Anda selesai laba-laba. Berbagai sistem komputer selesai terinfeksi.
4. Berisi berbagai laba-laba yang efektif ins 24 terakhir kalinya.
5. Menunjukkan versi kecil dari laba-laba.
6. Menunjukkan versi tertinggi dari laba-laba.
7. Menempatkan up. Setiap komputer yang belum terinfeksi dengan bot hosting server hosting Zeus sebelum mendapat tentang sejarah ini.
8. Dengan tombol kontrol kontrol Anda dapat benar-benar benar-benar me-reset menciptakan.
9. Menunjukkan berapa banyak laba-laba yang sedang online.
10. Memungkinkan Anda melompat ke analisis dari sebuah botnet.

Sekarang Anda hanya perlu untuk menyebarkan web host server hosting.

Terima kasih untuk belajar.
Luangkan waktu Anda dan upaya dan energi dan berusaha untuk membalas / tingkat baris.

Peringatan:
Bot ini adalah salah satu bot yang paling ilegal Anda bisa mendapatkan penggunaan utamanya adalah untuk mencuri rincian kartu kredit jadi hati-hati, ada tracker zeus.
Source : http://hackingstall.blogspot.com/2013/05/zeus-botnet-full-tutorial.html

Rabu, 22 Mei 2013

Buat Newbie yang mau belajar deface website, Andi-Techno sarankan untuk make tool ini, tool buatan salah satu defacer elite indonesia dengan nickname Hmei7 ini sangat digemari karena memudahkan mengupload shell ke dalam website yang vuln.

download software deface, download webdav, webdav hmei7 versi terbaru, download webdav free, download software webdav hmei7

langsung aja yuk yang mau download tool webdav ini, klik:
Via Ziddu: [ DOWNLOAD ]
Via 4Shared: [ DOWNLOAD ]

Selasa, 21 Mei 2013

Download Havij SQL Injection Tool Cracked version




Posted in HackingSQL InjectionWindows by Nita Novita sari aKa Nita NS on Mei 19, 2013

Hi,
I think most of us have known about 
Havij SQL injection automatic tool.

 I forgot what the last version I have used,
 and it was un-registered version. 
I tried to find it on the net to search for any crack version of it.
Luckily, here I found the crack version of 
Havij SQL Injection version 1.16.
Download Havij 1.16 Full With Crack here:

Or if it’s not working, download the portable version:

Nice, simple, and easy to use.

Lagu Aceh Dalam Sejarah

Musibah Beutong , beu djeuet keu peungajaran
hai teungku-teungku mandum. 
Tameusaboh droe geutanyoe lam Group Acheh dan Bloger Aceh: 
Semoga Di Aceh Jangan pernah terjadi lagi, Semoga damai selamanya terjadi di ACEH

Pembentrokan Jeunieb Aceh SYUHADA 44


Pemberontakan Pang Akob- Syuhada 44

Pemberontakan terhadap Jepang juga terjadi pada Kamis, 2 Mei 1945. Tengah malam Teungku Pang Akob bersama 40 orang pasukannya dari Lheu Simpang menyerbu tangsi militer Jepang di Pandrah. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Pemberontakan Pandrah. Pemberontakan terhadap Jepang itu digerakkan oleh Teungku Pang Akob, Teungku Ibrahim Peudada, Teungku Nyak Isa, Keuchik Usman, Keuchik Johan dan Teungku A Jalil. Mereka berdakwah memompa semangat rakyat untuk berperang dengan Jepang.

Jepang yang saat itu memberlakukan kerja paksa, menuia kebencian dari masyarakat. Hal itu dijadikan materi dakwa untuk memberontak. Secara pelahan-lahan rakyat membangkang terhadap kerja paksa yang diberlakukan Jepang.

Seorang pemuda bernama Nyak Umar, kemenakan Teungku Pang Akob di Desa Meunasah Dayah malah ditangkap karena membangkang menolak kerja paksa. Hal itu memberi dorongan kuat bagi Teungku Pang Akob dalam berdakwah mengkampanyekan jihad melawan Jepang.


Sebelum pemberontakan terjadi, Teungku Pang Akob pergi bertapa ke sebuah gua di Cot Kayee Kunyet, pegunungan Gle Banggalang. Sementara rakyat kampung Leu Simpang dibawah pimpinan Keuchik Johan sudah bersiap-siap untuk menunggu komando perang.

Nyak Umar yang pernah disiksa Jepang karena menolak kerja paksa, menyamar sebagai penjual obat keliling. Ia berjalan dari satu kampung ke kampung lain sambil membisikkan ajakan-ajakan jihad.

Sementara itu, Muhamamd Daud, seorang pemuda yang melarikan diri dari pendidikan Gygun, melatih para pemuda di Gle Blanggalang untuk berperang melawan Jepang. Ia meninggalkan tempat latihan militernya dibawah didikan Jepang karena ingin bergabung dalam pemberontakan yang akan dilakukan Teungku Pang Akob.

Saat itu Teungku Pang Akob tidak akan melancarkan pemberontakan terhadap Jepang pada tanggal 2 menjelang 3 Mei 1945. Alasannya persiapan belum matang. Tapi karena sudah diketahui Jepang, maka pemberontakan pun dilakukan pada malam menjelang tanggal 3 tersebut.

Rahasia kelompok Teungku Pang Akob diketahui oleh Jepang dibenarkan oleh Said Ahmad dan Abdullah TWH dari Atjeh Syu Hodka (Jawatan Penerangan Aceh) mereka diberitahu dan diminta untuk berangkat ke Jeunieb. Keduanya ditugaskan untuk memberi penerangan kepada masyarakat tentang maksud pemerintah Jepang yang akan memberikan “kemerdekaan” kepada Indonesia termasuk Aceh.

Tapi sebelum Said Ahmad dan Abdullah TWH sampai ke sana, pemberontakan sudah terjadi pada tanggal 2 menjelang 3 Mei 1945. Dalam pertempuran di malam buta tersebut, pasukan Teungku Pang Akob menyerang tangsi militer Jepang di Pandrah.

Malam itu tidak ada pasukan Teungku Pang Akob yang tewas, sementara tentara Jepang di tangsi itu berhasil di bunuh, kecuali satu orang yang berhasil melarikan diri ke induk pasukan Jepang di Jeunieb. Tujuh anggota Gyugun juga ditangkap di tangsi tersebut, tapi tidak diapa-apakan. Kemungkinan sudah ada kontak terlebih dahulu sebelum penyerangan itu dilakukan.

Setelah penyerbuan tersebut, Teungku Pang Akob dan pasukannya mengundurkan diri ke markasnya di Gle Banggalang untuk bersiap-siap melakukan penyerbuan baru. Meski mengetahui keberadaan Teungku Pang Akob dan pasukannya, Jepang tidak menyerbu tapi menunggu mereka menyerah dan melakukan perjanjian damai.

Mereka dibujuk untuk turun gunung dan tidak akan dihukum. Said Ahmad dan Abdullah TWH dikirim sebagai utusan untuk upaya damai tersebut. Teungku Pang Akob kepada para utusan tersebut mengatakan akan turun untuk berdamai pada 5 Mei 1945 dan tentara Jepang tidak perlu naik ke Gle Banggalang.

Pagi 5 Mei 1945, para perwira Jepang sudah berkumpul di Meunasah Lheu Simpang bersama satu pasukan siap tempur. Diantara mereka terdapat pejabat beberapa pejabat daerah diantaranya Teuku Yakub, Guntyo Bireuen, Said Ahmad Dahlan dan Abdullah TWH dari Atjeh Syu Hodoka.

Mereka berkumpul di Meunasah Lheuh Simpang untuk menunggu kedatangan Teungku Pang Akob dan pasukannya dalam rangka perjanjian damai sebagaimana pernah dijanjikan dua hari sebelumnya.

Para perwira Jepang duduk di Meunasah, sementara pasukan yang siap tempur berjaga-jaga di kawasan tersebut. Tiba-tiba terdengar teriak takbir: Allahu Akbar terdengar membahana terus menerus. Gegap gempita suara takbir tersebut membuat Jepang ketakutan dan kalang kabut.

Dalam kepanikan Jepang tersebut, Teungku Pang Akob dan pasukannya keluar dari alur rimbun yang ditutupi dedaunan. Mereka menyerbu ke perangan meunasah menebas dan menikam tentara Jepang.

Said Ahmad Dahlan dan Abdullah TWH lari menyelamatkan diri dalam sebuah alur yang airnya tidak mengalir (alue siwong). Keduanya baru keluar setelah perang reda. Saat keluar badan mereka menempel puluhan lintah.

Pertempuran itu selain menewaskan para perwira Jepang dan serdadunya, juga Guntyo Bireuen, Teuku Yakub ikut menjadi korban. Menurut Said Ahmad Dahlan dan Abdullah TWH, saat mereka keluar dari alur persembunyian mereka melihat tubuh-tubuh Jepang bergelimpangan bersama pasukan Teungku Pang Akob yang ikut tewas dalam perang tersebut. Kemudian diketahui jumlah pasukan mujahidin yang meninggal berjumlah 44 orang. Sampai kini Teungku Pang Akob dan pasukannya yang tewas itu dikenal sebagai Syuhada 44.

Dampak dari perang di Meunasah Lheu Simpang tersebut, Jepang melakukan penangkapan paksa di Jeunieb terhadap siapa saja yang dicurigai terlibat penyerangan tangsi militer Jepang di Pandrah dan pertempuran di Meunasah Lheu Simpang.

Para pemuda yang ditangkap dan ditawan Jepang sebagiannya setelah melalui proses pemeriksaan dan penyiksaan dibebaskan kembali dalam keadaan babak belur. 24 orang yang dianggap bersalah diangkut ke Medan, 12 diantaranya tidak lagi diperiksa tapi langsung dieksekusi mati di sana.

Mereka yang dihukum mati itu adalah: Teungku Abdul Wahab Ali, Teungku Usman Yusuf, Teungku Muhammad Yakub, Teungku Abu Thalib, Teungku M Hamzah, Teungku M Husin Bungong, Teungku Agam Cut, Teungku Abdullah, Teungku Harun, Teungku Husin Bin Pawang Usman, Teungku Abdullah Jeumpa Sikureung dan Teungku Abdul Jalil Pang.

12 orang lainya dihukum antara 5 sampai 12 tahun penjara dan dipenjarakan di penjara Pematang Siantar. Enam orang diantara mereka tewas dalam penjara karena mengalami penyiksaan berat. Empat dari orang yang tewas dalam penjara itu adalah Teungku Thalib Beungga, Teungku Badal Husin Peusangan, Teungku Muhammad Aji Yusuf dan Teungku Ilyas Yusuf.

Enam orang lainnya dibebaskan dan kembali ke Aceh setelah Jepang kalah. Mereka adalah Teungku Yahya, Keuchik Muhammad Ali, Teungku Muhammad Ali Tineuboek, Teungku Isham Banta Panjang, Teuku Ibrahim Beungga dan Teungku Muhammad Hasan Ali.

Sementara 44 orang syuhada yang gugur dalam perang melawan Jepang di Meunasah Lheu Simpang, Pandrah pada 5 Mei 1945 adalah: Teungku Siti Aminah, Teungku Ibrahim Meulaboh (suami Teungku Siti Aminah), Teungku Mahmud Ben, Teungku Ismail Rahman, Teungku Sabon Piah, Teungku Usman Lheu, Teungku Muhammad Adam Rifin.

Teungku Ibrahim Yusuf, Teungku Muhammad Yusuf Gagap, Nyak Abu Bakar Amin, Teungku Muhammad Amin, Teungku Mat Kasim, Teungku Meulaboh, Teungku Muhammad Hasan Banta, Teungku Suleiman Ali, Teuku Nyak Isa, Teungku Kasim, Teungku Muhammad Yakob, Petua Jalil, Teungku Muhammad Yusuf Ben Dayah, Teungku Jalil Ben.

Keuchik Johan, Abu Keuchik Lheu, Muhammad Gam, Teungku Saleh Ismail, Teungku Ismail Ahmad, Teungku Mahmud Bin Abdurrahman, Teungku Ahmad Itam, Teungku Ibrahim Ali, Nyak Umar Adam, Teungku Abdullah Ben, Teungku Sulaiman Lheu, Teungku Ahmad Gampong Blang, Teungku Ahmad Usman.

Teungku Ibrahim Yusuf, Teungku Ismail Rifin, Teungku Abdullah Gampong Blang, Teungku Saleh Ben Tulot, Teungku Ibrahim Husin, Teungku Suud Tringgadeng, Teungku Saleh Gampong Blang, Teungku Nyak Zulkifli Yusuf, Teungku Saleh Bin Abdurrahman, dan syahid yang ke 44 adalah bayi dalam kandungan Teungku Siti Aminah. [iskandar norman]


















Semoga Bermanfaat, dan menjadi Pelajaran Bagi Kita    

Tokoh Ulama


ABI HANAFIAH SAMALANGA
ABON SAMALANGA
Tgk H Abdul Aziz Bin Shaleh

Tgk Abdul Aziz Bin M Shaleh, merupakan tokoh yang cukup berpengaruh bagi masyarakat Aceh. Salah satu perannya adalah, Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga, kabupaten Bireun, sehingga mencapai kemajuan yang amat pesat.
Kemajuan kini diteruskan oleh pengurus sesudah dayah beliau. Pimpinan MUDI Mesra yang baru mengembangkan pendidikan dayah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) tanpa meninggalkan pola pendidikan dayah yang kini memiliki santri sekitar 3.000-an.
Tgk. H. Abdul Aziz Bin M. Shaleh. Beliau adalah salah seorang ulama kharismatik Aceh yang sering disapa dengan Abon Samalanga atau lebih dikenal dengan panggilan Abon ‘Aziz Samalanga atau Abon Mesjid Raya Samalanga. Beliau lahir di desa kandang Samalanga Kabupaten Aceh Utara (Kini-Kabupaten Bireuen) pada bulan ramadhan tahun 1351 H / 1930 M.
Abon diasuh dan dibesarkan di Jeunieb bersama kedua orang tuanya, ayahandanya pernah menjabat kepala kantor Agama (KUA) Jeuniub dan juga merupakan salah seorang pendiri Dayah ‘Atiq  Jeuniub sehingga Abon dari masa kecilnya sudah mulai belajar ilmu pendidikan agama di dayah tersebut dan Abon pada waktu itu tinggal di Jeuniub.
Ketika usia Abon telah matang, Abon menikahi seorang gadis di desa Mideun Jok Samalanga yang merupakan putri gurunya sendiri yang merupakan pimpinan Dayah Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga pada waktu itu sehingga Abon dikaruniai 4 anak, yaitu Alm. Hj. suaibah, hj shalihah, Tgk H Thaillah dan Hj Masyitah.
Abon memulai belajar pada pendidikan formal pada tahun 1937, Abon memasuki sekolah  Rakyat (SR) dan menamatkan pendidikan dasarnya pada tahun 1944. Dari tahun 1944 beliau belajar pada orang tuanya selama 2 tahun, kemudian pada tahun 1946 beliau pindah belajar ke Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga yang pada waktu itu dipimpin oleh Tgk Haji Hanafiah (Tengku Abi) lebih kurang selama 2 tahun.
Pada tahun 1948 Abon melanjutkan pendidikannya ke salah satu dayah yang dipimpin oleh Teungku Ben (Teungku Tanjongan) di Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Di dayah ini Abon belajar pada tengku Idris Tanjongan sampa dengan tahun 1949 dan pada tahun tersebut beliau kembali ke Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga untuk mengabdikan diri menjadi guru di dayah tersebut.
Mengabdi untuk Dayah
Setelah Tgk. H. Abdul Aziz Bin M. Shaleh mengabdi menjadi guru. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1951 Abon melanjutkan pendidikannya ke Dayah Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan yang dipimpin oleh Alm. Teungku Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidi yang lebih di kenal dengan panggilan Abuya Mudawali.

Abon belajar di Dayah Darusalam lebih kurang selama tujuh tahun, dan pada pada tahun 1958 Abon kembali lagi ke Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga untuk mengembangkan ilmunya. Pada tahun tersebut pimpinan Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga meninggal dunia, sehingga Abon diangkat menjadi pimpinan Dayah tersebut.
Abon Aziz Samalanga memulai karirnya sebagai pimpinan dayah dari tahun 1958 sampai dengan tahun 1989. Semenjak dayah LPI MUDI Mesjid Raya berada dibawah pimpinannya, banyak perubahan terjadi didalamnya, terutama menyangkut tentang kurikulum pendidikan yang semula tidak terlalu fokus pada ilmu-ilmu alat (bantu) ilmu manthiq, ushul, bayan, ma’ani dan lain-lain.
Akan tetapi kurikulum pendidikan pada masa kepemimpinannya lebih sangat menonjol adalah dalam bidang ilmu manthiq sehingga Abon digelar dengan Al-manthiqi.
Abon sangat disiplin dan punya semangat yang luar biasa dalam mengajar, sehingga kadang-kadang dalam keadaan beliau sakit merasa sehat untuk mengajar, dan selalu meamanahkan kepada murid-muridnya untuk belajar-mengajar (beut-seumubeut). Dalam pengajarannya, Abon sangat membenci faham wahabiyah sehingga beliau tidak pernah bosan dalam mengurai kesesatan faham tersebut.
Kemajuan Pesat
Pada masa kepemimpinan Abon, kemajuan dayah MUDI Mesra semakin meningkat pesat, jumlah santri dari ratusan menjadi ribuan, bangunan fisik dayah pun juga berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang terus maju. Selain dari aktifitas Abon di dayah, Abon juga membuka pengajian mingguan di Jeunieb (lebih dikenal dengan Balee Hameh) setiap seminggu sekali.

Di samping aktivitas dakwah melalui majelis pengajian, Abon juga ikut pembangunan fisik, seperti membangun jalan ke kebun di Desa Gle Mendong Samalanga dan menggarap sawah yang telah terlantar bertahun-tahun bersama-sama dengan murid-muridnya serta membantu masyarakat sekitar. Semuanya, ia lakukan untuk hidupnya perekonomian masyarakat.
Abon juga pernah memberi dukungan kepada partai politik, partai PERTI, Abon memilih partai tersebut karena di latar belakangi atas faham Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ada satu pesan yang sangat sering diamanahkan kepada murid-muridnya yaitu belajar-mengajar (beut-seumubeut) di mana pun berada dan dalam kondisi bagaimana pun ketika telah pulang dari dayah nantinya, walaupun dengan sebuah balai di depan rumahnya. Pesan tersebut telah menjiwai dalam pemikiran murid-murid beliau, sehingga sekarang ini dapat terlihat dengan banyaknya dayah dan balai pengajian yang dipimpin  oleh alumni Dayah LPI MUDI Mesjid Raya.
Abon dipanggil kembali kehadharat-Nya pada tanggal 9 Jumadil Akhir 1409/17 Januari 1989 dengan tutup usia 58 tahun di Samalanga, dan jasad beliau dikebumikan di komplek putra dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen.




Senin, 13 Mei 2013

Tumor jalan lahir


   A.    Tumor  (berasal dari bahasa latin Tumere, yang berarti Bengkak), merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun istilah ini sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (alignan) atau jinak (benign). Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak tissue dan berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih metastasis, tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak tumbuh kembali setelah penyingkiran, melalui operasi.

Ø  Tumor Jalan Lahir merupakan tumor yang tumbuh dijalan lahir, bisa jinak ataupun ganas (kanker).
         1.      Tumor Jinak
Ø  Vulva ( Bibir Kemaluan )

·         Kista Bartholini
Tumor ini dijumpai pada sepertiga bibir besar bagian bawah, bermula karena infeksi yang menutup saluran kelenjarnya.
·         Fibrolipoma Bibir Besar
Sebagian besar bertangkai. Bentuknya kecil atau besar serta menggantung. Pengangkatan nya dengan memotong tangkainya.
·         Kondiloma Akuminata
Penyakit hubungan seks karena infeksi virus herpes type II/VI. Bentuknya seperti jengger ayam, dapat disertai infeksi sekunder dan bagian atas nya tertutup cairan yang infeksius ( bersifat sangat menimbulkan infeksi ).
·         Kondiloma Lata
Merupakan infeksi sekunder dari sifilis yang terlihat pada area vulva. Bentuk tumor ini bulat atau oval, agak menonjol, ukuran berfariasi, dan sering berkelompok. Lesi ini sangat infeksius dan kadang menyebar kesekitar kemaluan, paha atas bagian dalam, dari bokong.

Ø  Vagina ( Liang Senggama )
Merupakan kelainan pada vagina yang jarang terjadi kecuali infeksi dan sisa pertumbuhan. Sisa pertumbuhan yang sering terdapat adalah krista Gartner yang merupakan peninggalan saluran mesonefrikus Wolffii.
Ø   Uterus ( Rahim )
Tumor ini sebagian besar berasal dari sel muda otot rahim, yang mendapat rangsangan terus menerus dari hormon estrogen sehingga terus bertumbuh dan berkembang menjadi besar. Oleh karena itu tumor jinak otot rahim sebagian besar terjadi pada masa reproduksi aktif, artinya saat wanita masih menstruasi.
Ø  Ovarium ( Indung Telur )
Indung telur mengandung sel yang mampu bertumbuh dan berkembang menjadi jaringan abnormal yang besar dalam bentuk jinak dengan konsistensi padar atau kristik. Oleh karena tempat nya di dalam abdomen maka gejalanya batu akan muncul bila tumor nya telah besar atau terjadi gangguan lain nya.
2.      Tumor Ganas
Ø   Vulva ( Bibir Kemaluan )
Vulva merupakan bagian alat kelamin luar yang di tutupi oleh kulit. Sebagian besar keganasan vulva terdapat pada bibir besar dan kecil, dan daerah klitoris. Bentuk keganasan daerah ini adalah karsinoma epidermoid. Penyakit yang mendahului terjadinya kangker vulva adalah kondiloma akuminata, kondiloma lata, infeksi virus papiloma manusia ( type 2, 16, dan 18 ), keadaan vulvitis atrofikan dan leukoplatia, dan vulvitis diabetikum. Gejala awal yang perlu mendapatkan perhatian adalah rasa sangat gatal, disertai rasa panas dan nyeri, terdapat benjolan kecil, terdapat perubahan kulit berwarna putih ( memerlukan pemeriksaan lebih lanjut).
Ø  Vagina ( Liang Senggama )
Keganasan liang senggama tidak dapat dijumpai, tetapi perlu waspada karena sebagian di jumpai secara kebetulan dan tanpa keluhan. Keganasan liang senggama dapat menunjukan perdarahan pada saat hubungan seksual. Umum nya diikuti dengan pengeluaran keputihan yang sulit sembuh. Pada pemeriksaan akan di jumpai perlukaan yang mudah berdarah saat di sentuh dengan alat.
Ø  Tuba ( Saluran Telur )
Keganasan saluran telur sangat jarang di jumpai dengan gejala yang tidak khas. Terjadinya perdarahan saat hubungan seksual, bila tidak terdapat perlukaan mulut rahim, atau keganasan badan rahim, dan infeksi mulut rahim, perlu di curigai kemungkinan keganasan saluran telur. Gejala utama adalah  keputihan yang berwarna coklat seperti madu, keluhan sakit kemeng berkurang, umur relatif lanjut  ( 50 tahun ).
Ø  Ovarium ( Indung Telur )
Keganasan ini dapat di jumpai sepanjang umur wanita sejak  lahir sampai senium ( lansia ). Gejala utama nya adalah tumor di dalam perut cepat membesar, tumor dapat menyebar terutama sekitar organ perut, dapat memberikan penyulit tambahan berupa cairan yang di keluarkan oleh sel ganas dan tertimbun di dalam perut, pada anak sebar kesekitar jaringan dapat menyebabkan buntunya pembuluh darah sehingga menimbulkan pembengkakan tungkai bawah, pada wanita yang telah mati haid bila masih teraba indung telur nya                  ( seharus nya tidak teraba ) maka kecurigaan terhadap keganasan sangat besar, keadaan wanita yang mengidap keganasan indung telur badan bagian atas kurus sedangkan bagian bawah pusar perut nya membesar terdapat pembengkakan tungkai bawah karena timbunan cairan. 





Kegagalan Adalah Kesuksesn Yang tertunda
so....!!!
Gagal Bercinta Bukan Berarti dunia Sudah Kiamat





Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda